(Perhatian! Tulisan ini sama sekali tidak di sponsor oleh pihak manapun. Ini adalah murni pendapat dari penulis.) Hai semuanya... Har...

(Perhatian! Tulisan ini sama sekali tidak di sponsor oleh pihak manapun. Ini adalah murni pendapat dari penulis.)

Hai semuanya...
Hari ini aku akan berbagi info untuk membuka rekening di jerman tanpa pake ribet. Semoga aja informasi kali ini bisa membantu kalian semua yang lagi bingung cari info bank yang murah dan tidak pake ribet.

Jenis bank di Jerman itu ada 2 jenis, bank offline dan bank online. Maksudnya apa? Bank offline itu adalah bank bank yang sering kalian liat di jalanan misalnya Sparkasse, Commerzbank, dst... Jadi itu adalah bank yang mempunya kantor offline. Kalau bank online adalah bank bank yang tidak memiliki kantor offline. Lah terus gimana dong? Apa aman kalau ada masalah? Terus kontaknya kemana?
Nah bank online ini semua dilakukan online. Mulai dari pembukaan rekening, sampai customer service nya juga. Contoh bank online yang terkenal adalah DKM, Comdirect, dst...

Kali ini aku akan berbagi cerita bank di Jerman yang aku pake, tanpa ada biaya bulanan, dan malah di kasih bonus up to 50 Euro loh. Asik kan...


Jadi selama di Jerman, aku memakai bank online Comdirect. Berikut aku berikan alasannya agar bisa menjadi pertimbangan teman-teman semua. (Per September 2019, ketentuan dari bank bisa berubah kapan aja. Sering2 cek website banknya ya.)

1. Kostenlose Depotführung – garantiert für 3 Jahre
Jadi bank Comdirect ini gratis biaya bulanan selama 3 tahun. Lalu apa yang terjadi setelah 3 tahun? Apakah bayar?
Kalau setelah 3 tahun kamu masih aktif di bank seperti :
- minimal 2 transaksi
- ada pemasukan bulanan
Kamu akan tetap gratis tuh biaya bulanannya, kalau tidak aktif maka kamu harus membayar 1,95 Euro per bulannya.

2. 100 Euro Prämie nach nur 3 erfolgten Trades für Neukunden
 Kamu akan dapt 100 Euro kalau kamu aktif minimal melakukan 3 transaksi. Ini berlaku hanya untuk yang membuka rekening baru. Asik kan? Tunggu apa lagi?

3. Kamu akan dapat otomatis 2 kartu, kartu debit dan kredit
Nah untuk kartu kredit prepaid visa, digunakanya mirip seperti E-Money. Jadi kamu harus transfer dulu sejumlah uang dari akun kamu ke kartu kredit. Jadi bukan beli beli dan bayar nanti. Jadi kamu harus stok dulu uangnya baru bisa di pake. Lebih hemat kan?
Nah kartu ini juga bisa digunakan untuk menarik uang di luar negeri tanpa dikenakan biaya tambahan sepeser pun saat mengambil uang di ATM berlogo Visa.

4. Persönlicher Kundenservice jeden Tag 24 Stunden
Customer service yang siap siaga kapan aja.

5. Kamu bisa mengambil uang di atm manapun di jerman gratis dengan minimum penarikan 50 Euro

6. Comdirect adalah bank direct terbesar ke 3 di Jerman dan masih satu perusahaan sama Commerzbank

7. Semua dilakukan tanpa harus bolak balik ke bank dan ribet ngomong bahasa jerman
Yap! Kita hanya perlu daftar online, dan semua nya kan dikirim ke alamat kita melalui post secara gratis. Kita hanya perlu mengirimkan balik verifikasi lewat Deutsche Post atau bisa juga lewat online video call. Gampang banget!

Untuk pertanyaan2 lainnya bisa kamu baca sendiri ya di website Comdirect nya disini.


Terus gimana cara daftarnya?

Kamu bisa daftar melalui link referensi dari aku DISINI

Nah setiap kamu mendaftar melalu link referensiku, dan kamu aktif di rekeningmu, aku akan mendapat 25 Euro. Dan uang itu akan aku alokasikan untuk perkembang blog ini agar bisa membantu lebih banyak orang lagi.

Oke deh, itu ada informasi yang mau aku sampaikan kali ini. Sampai jumpa di postingan selanjutnya!

During my stay in the hospital after my operation a while ago, I met a lady. Her name reminds me of my best friend and when I told ...



During my stay in the hospital after my operation a while ago, I met a lady. Her name reminds me of my best friend and when I told her so, she said she can be my best friend too. She is 64 years old. Exactly 40 years older than me, even older than my parents.

I didn't plan to be social to anybody especially after I was back from operation room, I didn't feel well. I was puking and choking. I could not stand on my own and I was crying like a baby. A friend of her, who was visiting her was saying, "She (me) is hurting so much)!". The lady (that actually having the operation 4 hours before me) was walking to my bed and said in foreign language, "You don't need to be afraid. This is the best hospital. They have the best doctor here."
At that time, I was sad and confused at the same time. Was I being afraid? Or was it the pain that make me cry?

I could sleep easily that night, maybe because of the medicine they gave me. 

I woke up early in the morning, around 6 o'clock. I could stand up and went to the toilet by my own now. The lady asked me if I know everything in the toilet or not. I did not. The last time I was in the toilet, four nurses came to help me cause I almost fainted.

The lady showed me around inside the toilet from my rack to put all the shower stuffs to the wet tissue for cleaning the toilet. After that, she asked me if I know the pantry to make the tea and refill the water. I did not. So she asked me if I want to go with her, and I said yes. She, again, showed me around and told me this and that. We went back to the room, and started a small conversation. We even had lunch together in the table.

We had a huge language barrier. But the conversation I am about to tell you, hits me hard.

During our conversation, I was telling her so many times that, "Ich bin dumm. Ich bin so langsam!" (I am stupid. I am so slow!). We talked about how I met my husband. We talked about the job, her family, my family, her favorite food, her daughter, her son, what I am doing everyday, and so on. I was telling her how hard for me to fit in, that I was down and about to be more down. I told her that all my friends are really fast and confident to learn the language. Some of them are already having a job and me, still being a couch potato. I told her that my Deutsch is really bad and I don't even know why I am that slow for learning it.

And she said, your Deutsch is really good for someone that living since a year ago. She said several points that I don't remember words by words but still feeling it in my heart. But, I do remember one thing, "You are the brave girl, remember that!"

All my life, I never think about that. I never see my self as the brave person. I thought I just following the life. I was busy filling up my life with sorrow and let the joy passes.

Another nurse came to take my blood and for first time I was in hospital, I smile. The doctor came after that for the control, and I was talking happily and he looked happy too. The nurse came to check my operation spot and put off the infusion, I made a joke with him and even tell him to have holiday in my country.

Suddenly, everything is going to the right path again.

source here Tinggal di luar negeri dengan berbagai keindahan alam yang berbeda tentu saja menjadi idaman tersendiri bagi tiap orang. ...


Tinggal di luar negeri dengan berbagai keindahan alam yang berbeda tentu saja menjadi idaman tersendiri bagi tiap orang. Namun ternyata ada banyak sekali faktor yang mungkin akan menjadi pertimbangan saat memutuskan untuk tinggal di luar negeri. Salah satu yang paling di khawatirkan oleh sebagian orang saat berada di luar negeri adalah makanan. Menurut saya, hal tersebut adalah hal yang sangat wajar terutama untuk kita semua yang besar di Indonesia, negara yang kaya akan rasa. Saya tinggal 22 tahun di Indonesia, 17 tahun tinggal di pulau Kalimantan dengan cita rasa dari masakan Tionghua, Melayu, dan Dayak. Lima tahun kemudian merantau ke pulau Jawa yang memeliki cita rasa yang berbeda pula. Bagi saya, tidak ada makanan yang lebih nikmat dibanding dengan makanan Indonesia. Bagi yang setuju, klik share untuk membagikan postingan ini ke teman-teman kalian.

Pada awal saya mempersiapkan diri untuk pindah ke Jerman, saya melakukan ritual dimana saya memakan makanan kesukaan saya sampai 1 minggu berturut-turut agar nantinya saya tidak terlalu ngiler lagi. Jangan ditiru karena tidak berhasil. Sampai detik saya menulis blog ini, saya masih membayangkan betapa nikmatnya nasi kari pontianak, bakmi singkawang, nasi padang, nasi balap lombok, gudeg basah, ayam geprek, dan lain sebagainya. Kalau berbincang tentang karakteristik, saya termasuk orang yang sangat pemilih dalam hal apapun, terlebih lagi makanan. Saat saya pindah ke Jogja untuk kuliah, butuh berbulan-bulan bagi saya untuk beradaptasi dengan makanan. Sewaktu saya masih tinggal di rumah orang tua, saya selalu makan dengan kuah. Kalau tidak ada kuah, sulit buat saya untuk makan. Saya termasuk orang yang harus makan sambil minum, jadi kalau minum belum tersedia, saya juga belum akan mulai makan. Nah saat saya kuliah di Jogja, mayoritas makanannya adalah makanan kering. Kebayangkan betapa bingungnya saya. Selain itu saya dulu paling anti sama pedas. Saya baru mulai untuk bisa menerima kehadiran cabe itu baru 3 tahun terakhir. Saya pernah memesan nasi goreng di sebuah cafe bersama teman-teman saya. Saya sudah pesan ke pelayannya bahwa nasi gorengnya tidak pedas. Setelah menunggu hampir 30 menit, nasi goreng saya pun datang dan saya  melihat ada potongan cabe. Tanpa mencoba, saya langsung menghibahkan nasi goreng saya itu kepada teman-teman saya.

Semua perjalanan mencicipi makanan dari kota ke kota yang ada di Indonesia ternyata tidak sebanding dengan mencicipi makanan dari negara lain. Cita rasa Indonesia yang kaya akan rempah sepertinya sudah menyatu dengan filter yang ada di mulut saya. Jadi ketika saya tidak menemukan rasa yang sama dengan makanan yang pernah saya cicipi, mungkin saya belum tentu akan suka dengan makanan itu.

Tinggal di Jerman, mengharuskan saya untuk beradaptasi dengan segala situasi yang ada termasuk dengan makanan. Di Jerman sendiri, makanan yang paling familiar adalah daging, sosis, roti, dan kentang. Bagi saya, makanan tersebut bukanlah makanan utama melaikan camilan yang akan disantap setelah makan nasi. Butuh waktu kurang lebih 6 bulan buat saya untuk bisa benar-benar menikmati cita rasa yang ada di Jerman. Semua itu terpacu oleh minimalnya sumber bahan untuk memasak makanan Indonesia serta saya yang sama sekali tidak bisa memasak. Oleh karena itu, pada kesempatan kali ini, saya ingin membagikan makanan favorite saya yang biasa saya makan sehari-hari. Siap-siap ngiler ya!

1. Nasi putih

Hehehehehehehe... Saya ketawa dulu ya sebelum memberi penjelasan. Yup! Benar sekali, di Jerman ada kok yang menjual beras. Malah tersedia di supermarket umum seperti Aldi, Lidl, Kaufland, dll. Beras yang dijual di supermarket juga beragam, tapi favorit saya beras Jasmin asal Thailand. Beras Basmati juga enak sih, saya biasa juga beli. Tergantung mana yang lebih murah hehehe... Harga beras di Jerman itu sekitar 1.89 Euro per 1 Kg (Sekitar Rp 31.281,-).
Biasa saya memasak nasi goreng dengan telur dan sayuran, atau kalau lagi niat masak saya juga memasak ayam pedas manis, ayam tepung, atau yang paling sering adalah telor ceplok dengan kecap manis abc. Di Jerman, ada toko Indonesia yang menjual kebutuhan bahan makanan Indonesia, tapi memang tidak di semua kota. Di kota saya sendiri tidak ada toko Indonesia, jadi saya hanya mengandalkan toko Asia dekat rumah saja. Di toko Asia tersebut saya bisa menemukan Indomie, sambal abc, kecap abc, micin, dan juga berbagai bahan untuk makanan asia lainnya. Jadi bagi yang pintar memasak, saya rasa tinggal di luar negeri bisa seperti serasa tinggal di Indonesia.

2. Buah-buahan

Di Jerman ada ga sih buah-buah tropikal? Jawabannya adalah ADA! Saya bahkan menemukan buah Durian utuh di salah satu toko Asia yang ada di kota saya. Walaupun buah-buah khusus seperti, rambutan, kelapa muda, salak, duku, dll mungkin tidak ada (karena saya belum nemu sih), namun banyak kok buah-buah lain yang juga sangat cocok di lidah orang Indonesia. Kita bisa menemukan buah pisang, apel, anggur, mangga, jeruk, nanas, kiwi, cherry, dan lainnya. Bagi saya yang kadang malas untuk sarapan, buah-buahan bisa menjadi alternatif yang mudah dan tentunya sehat. Untuk harga, relatif murah tergantung berapa banyak yang kamu ambil. Kalau lagi musim, harganya bisa lebih murah.

3. Sereal

Negara Eropa bisa dibilang surganya sereal. Kalian bisa menemukan berbagai macam jenis sereal mulai dari yang standar sampai kreasi yang bermacam-macam. Kalau di Indonesia harga sereal relatif mahal, berbeda dengan di Jerman. Jerman menawarkan berbagai opsi sereal dengan harga yang terjangkau. Favorit saya biasa adalah sereal yang ada campuran buah kering dan potongan kelapa kering. Harga susu di Jerman juga murah karena di subsidi. Sayangnya saya agak sulit untuk menemukan susu berbagai rasa seperti favorit saya, susu stoberi. Bagi kalian yang vegan, banyak juga pilihan susu dari kacang-kacangan seperti susu kedelai dan susu almond.

4. Yogurt

Produk dairy di Jerman semuanya murah-murah. Kalau kamu pemakan segalanya, saya rasa ini adalah salah satu makanan yang wajib untuk di stok. Yogurt favorit saya adalah yogurt 29 cent yang ada schoko müsli nya. Murah dan enak. Selain itu yogurt juga mempunyai berbagai manfaat seperti kaya akan sumber protein, memperkuat sistem imun, menjaga sistem pencernaan, dan juga bisa digunakan untuk diet (tentunya plain yogurt ya teman-teman).

5. Maultashen

Maultashen adalah makanan tradisional Jerman yang tepatnya berasal dari Swabia di daerah Baden-Württemberg. Makanan ini adalah bungkusan pasta yang mempunyai dua opsi, opsi biasa dan opsi vegetarian. Opsi biasa berisi macam-macam misalnya daging sosis dan bawang. Sedangkan opsi vegetarian berisi daun bayam dan keju. Maultashen sendiri banyak di jual di supermarket. Biasa 1 bungkus terdiri dari 4 biji. Cara masaknya juga gampang. Tinggal direbus 20 menit. Untuk kuahnya tergantung selera, biasa sih memakai kuah bening seperti yang ada di foto. Tetapi kalau saya biasa memakai sup tomat instan yang tinggal di kasih air dan rebus.

6. Pfefferbeißer mit Brot und Käse

Pfefferbeißer mit Brot und Käse kalau diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia adalah sosis dengan roti dan keju. Sosis nya sendiri rasanya spesial, berbeda dengan sosis-sosis yang pernah saya makan sebelumnya. Jadi daging sosis ini adalah daging olahan mentah yang diasapkan dan dibumbui. Biasanya dijadikan camilan atau dimakan dengan roti. Saya paling senang kalau makan sosis ini dengan baguette yang sudah di oven dan juga keju oven yang meleleh atau frischkäase/krim keju. Pertama kali melihat bentuk sosis ini sebenarnya saya ragu sih, tapi setelah mencoba, ketagihan!

7. Salad
source here

Ada berbagai macam salad di Jerman. Jadi di Jerman saladnya bukan cuma salad asal-asalan yang dicampur dengan mayonaise yah. Di Jerman saladnya lebih bervariasi dan salah satu favorit saya adalah nuddlesalat yaitu salad dengan pasta. Mayoritas rasanya adalah asam gurih. Asam dari salad dressing dan gurih dari garam dan keju. Biasanya ini dijadikan makanan pendamping kalau kita lagi makan daging ada makanan utama lainnya.

8. Schlemmerfilet

Schlemmerfilet adalah filet ikan dengan bumbu kriuk yang dimasukkan kedalam oven kurang lebih 45 menit. Makanan ini mudah sekali disajikan, bisa disajikan dengan nasi atau dengan kentang goreng. Tergantung selera. Rasanya juga enak dan harumnya bikin laper. Makanan ini juga mudah ditemui diberbagai supermarket dengan harga kurang lebih 1.59 Euro saja. Porsinya juga banyak, bagi saya setengah porsi saja sudah bikin kenyang.

9. Pizza

Pizza adalah salah satu makanan kesukaan suami saya. Di Jerman sendiri, pizza sangat mudah didapatkan. Bahkan di supermarket menjual pizza beku yang tinggal di panaskan didalam oven kurang lebih 18 menit. Harga pizza beku juga bervariasi mulai dari 1.99 Euro saja. Tentunya walaupun murah, jangan sering-sering mengkonsumsi makanan ini yah. Yang nama nya fast food tentunya tidak sesehat makanan lainnya. Jadi sesekali boleh untuk mencicipi pizza beku ala Jerman.

10. Wiener Schnitzel

Wiener Schnitzel adalah potongan daging tipis tanpa tulang (kayak chichken katsu gitu) yang dilumuri tepung dan digoreng. Biasa Schnitzel ini memakan daging sapi atau babi. Makanan ini biasa juga disajikan dengan pommes/kentang goreng ataupun kentang rebus dan juga salad. Kalau di restauran biasa sepaket. Ini adalah makanan favorit suami saya dan makanan Jerman pertama yang saya suka.

11. Döner

Döner sebenarnya adalah makanan khas Turki. Namun karena banyaknya orang Turki yang bedomisili di Jerman, maka ini menjadi makanan yang selalu ada di setiap kota di Jerman. Döner ini terdiri dari daging halal yang biasa di gantung di dapur restauran. Ada jenis döner yang seperti kebab pada umumnya, ada pula jenis döner yang dicampur dengan nasi atau kentang. Yup, Döner box, kesukaan saya juga. Rasanya cocok di lidah saya dan harganya juga lumayan murah dibanding makan di restoran-restoran.

Okedeh, itu dia makanan-makanan kesukaan saya selama di Jerman, masih banyak yang lainnya tapi kalau kepanjangan jadinya bosen. Jadi mungkin di lain waktu akan saya lanjutkan lagi kalau ada niatnya. Kesimpulan saya, sebenarnya cita rasa tiap negara itu unik dan tetap nikmat untuk di santap tergantung bagaimana kita memperlakukannya. Saya yang awalnya sangat rewel dengan makanan di Jerman lama-kelamaan malah jadi doyan. Sekarang saya malah tidak masalah kalau tidak makan nasi. Saran dari saya buat kalian yang masih bergejolak karena tidak cocok dengan makanan Jerman, cobalah. Cicipi satu persatu dan nikmati tiap cita rasa yang ada. Cita rasa yang berbeda dengan cita rasa Indonesia bukan berarti tidak enak. Kalau artikel ini berguna bagi kalian, jangan lupa di share apalagi ke teman-teman kamu yang masih sering curhat tentang makanan. Servus!

Dari semua media sosial yang pernah gue punya, mulai dari facebook, twitter, path, tumblr, instagram, askfm, dan sebagainya, gue se...


Dari semua media sosial yang pernah gue punya, mulai dari facebook, twitter, path, tumblr, instagram, askfm, dan sebagainya, gue selalu aja menemukan paling engga 1 sampai 3 anak  muda Indonesia yang selalu menulis tentang bagaimana sedihnya menjadi jomblo di era milenial. Kalau dipikir-pikir, well I used to be one of them.

Gue, terlahir di era 90an dimana rata-rata orang pada pacaran di masa SMP. Gue sebagai kaum tidak populer dengan muka pas-pasan, jerawat diman-mana, dan berat hampir 60 kg, sudah pasti akan jauh dari kata ´ditembak´. Boro-boro ada sms nanyain udah makan apa belom, kalau ada sms nyasar aja udah puji syukur banget. Dengan lingkungan dimana semua orang terobsesi untuk punya pacar, gue pun jadi keikutan. Gue masih inget gue pernah bikin resolusi untuk menjadi playgirl. What the hell.

Tiga tahun masa SMP pun berlalu, gue tetap sendiri. Masuk ke masa SMA, lulus dan gue tetap sendiri. Resolusi playgirl gue pun menjadi auto hangus. Memasuki masa kuliah, gue juga tetap aja sendiri sampai gue itu mendapat julukan jomblo. Awalnya pada saat itu sih gue merasa biasa aja, karena menurut gue ga ada yang salah sama jomblo.

Semakin dewasa, gue semakin yakin, gue termasuk salah satu orang yang beruntung yang tidak pernah mencicipi masa-masa gonta ganti pacar kayak gonta ganti celana dalam. Gue sangat berterima kasih sama diri gue yang dulu, yang bermuka pas-pasan bahwasannya karena itulah gue menjomblo. Setelah dipikir-pikir, menemukan 1 orang yang pas lebih baik daripada gonta ganti setiap saat.

Tapi, setelah gue lihat-lihat lagi, di tahun 2018, dimana self love sudah mulai diperkenalkan di kalangan anak-anak muda, para jomblo ini mendadak menjadi tidak semenyedihkan dulu. Kalau dulu, menjadi jomblo mungkin adalah sebuah aib, tapi sekarang menjadi sebuah prinsip.

Banyak banget cewek-cewek yang menulis di media sosial mereka bahwa mencari cowok yang sempurna itu susah makanya mereka memilih menjadi jomblo. Setelah gue pikir-pikir lagi, kenapa self love yang mereka punya menjadi seperti self ego ya?

Menurut gue, kalau elu pengen mencari cowok yang setia, maka elu sendiri harus setia. Kalau tiap lagi main sama temen cowok, mainnya sampe cubit-cubitan, manggilnya sayang sayangan, cowok-cowok setia juga jijik kali sama elu. Kalau elu pengen mencari cowok yang pengertian, maka elu sendiri harus pengertian, jangan mentang-mentang lagi pms, cowok elu dianggap sebagai pembantu.

You need to love yourself first, tapi bukan berarti elu bisa bersikap semena-mena demi mengutamakan diri elu sendiri. Banyak orang yang bertanya kenapa sih gue masih jomblo tanpa ada intropeksi terhadap diri sendiri. Well... tulisan ini terinspirasi dari mungkin salah satu dari  kalian yang terus mengeluh tentang betapa sedihnya hidup kalian.



source here Hallo Leute, Was geht ab? Heute erzähle ich Ihnen, wie ich mit der Anwendung im Playstore Deutsch lerne. Aku udah berhent...


Hallo Leute, Was geht ab? Heute erzähle ich Ihnen, wie ich mit der Anwendung im Playstore Deutsch lerne. Aku udah berhenti sekolah bahasa untuk sementara. Kenapa? Sebenernya ada berbagai alasan kenapa aku ga ikut sekolah lagi, kalau mau di jabari satu-satu, ayo!

Selama sekolah berlangsung, aku merasa kurang bisa mengeksplorasi diri aku untuk berani berbicara di depan temen-temenku. Aku merasa lingkungan di kelas kurang bisa membuat aku nyaman. Aku juga merasa apa yang dilakukan di kelas itu juga bisa aku lakukan di rumah. Aku sama sekali ga ada masalah dengan pelajaran dan penjelasannya. Aku tipe orang yang kalau ga ngerti sesuatu, aku harus benar-benar mencari titik dimana aku bisa mengerti itu sehingga aku nantinya bisa paham, ga cuma menghafal. Dari dulu aku terbiasa berlajar secara otodidak, jadi kalau masalah hafal menghafal atau mempelajari sesuatu sesuai buku, aku benar-benar orang yang cocok untuk itu. Masalah utamaku biasanya adalah praktek yang mengharuskan aku berkomunikasi dengan orang-orang. Aku adalah seorang ekstrovert yang udah pensiun dan memutuskan untuk menjadi introvert. Jadi aku hanya berbicara seperlunya, dan kalau ga pengen ngomong sama orang ya udah orang itu ngomong, aku cuma ngeliatin aja. Dengan mengikuti sekolah, aku berharap aku bisa lebih terbuka dan komunikatif dengan teman-teman di kelas, tapi ternyata engga. Terlebih lagi aku berpikir, kelas itu gagal mendorong aku untuk bisa lebih aktif, dan juga kelas itu mahal. 200an Euro sebulan. Jadi dari pada aku tiap bulan ngabisin duit suami 200an Euro untuk sekolah yang ga bisa membangkitkan mulutku untuk ngomong sama orang lain, mending aku berhenti dan belajar sendiri. 

Buat teman-teman yang mengikuti blog ku dari sejak aku kuliah, pasti kalian tau betapa susahnya aku belajar bahasa Inggris sampai akhirnya aku menjadi orang pertama yang lulus di bidang linguistik di angkatanku dengan IPK bagus.


Butuh waktu yang ga singkat untuk bisa fasih berbicara suatu bahasa. Bagi anak-anak sastra yang kayak aku, pasti kalian mengerti bahwa mempelajari bahasa ga cuma bisa berani ngomong doang. Bahasa itu luas banget, aku ga akan bangga kalau cuma bisa ngerti sama ngomong doang. Aku pengen lebih dan lebih seperti misalnya, dalam mempelajari bahasa Inggris aku terobsesi dengan salah satu aksen native speaker, yaitu Aksen Amerika, jadi ya aku sebisa mungkin mengimitasi itu. Ga cuma masalah aksen pengucapan tapi juga pemilihan kata-kata yang membuat kamu terkesan Amerika.

Aku dulu juga sempat belajar bahasa mandarin, dari SD kelas 5 sampe lulus SMA. Bayangkan aja berapa lama itu. Tapi semejak kuliah di Jogja aku berhenti. Jadi dari 2012 - 2018 (sekarang) aku ga pernah ngomong mandarin lagi. Ternyata 6 tahun itu menghapus semua pelajaran yang aku pelajari dari dulu. Jadi sekarang aku cuma bisa dengar dan mengerti tapi kalau ngomong aku bakal bingung sendiri. 

Tuh kan kalau di jabarin alasannya jadi melebar kemana-mana. Baiklah, daripada jadi gagal fokus, aku akan mulai merekomendasikan aplikasi android gratis buat kalian yang ga sempat les atau sekolah atau mungkin tipe-tipe orang yang kayak aku.

1. Learn German
With “Learn German – The City of Words” the Goethe-Institut is issuing an online game for German learners at Level A1. This free game combines elements from hidden-object puzzles with both co-operative and competitive multi-player games where everyone learning German at beginners’ level can expand their vocabulary skills and compare themselves with others. Playfully presented language exercises transfer basic grammar structures of the German language. The playful approach of “Lern Deutsch – Die Stadt der Wörter” shows that learning German is not difficult at all. And it’s fun!


2. Duolingo: Learn Languages Free
Practice your speaking, reading, listening and writing skills while playing a game! You'll improve your vocabulary and grammar skills by answering questions and completing lessons. Start with basic verbs, phrases, and sentences, and learn new words daily.


3. Learn Languages, Grammar & Vocabulary with Memrise
Do you want to connect with the world? Get ready for your next trip or adventure abroad? Improve your grammar? Or are you looking for the best way to learn a language? Then join our community of over 35 million language learners and develop real-life language skills through a rich variety of easy-to-use games, innovative chatbots and over 30,000 native speaker videos. Language learning has never been so simple!


4. German English Dictionary
German English Dictionary by VidaLingua transforms your Android phone or tablet into an advanced language interpreter, always ready to help. It includes everything you need in one free app and features you won’t find anywhere else such as adding words, notes and images to the dictionary. 


5. Der Die Das - Learn German Articles and Vocabulary
Brain training application to learn German articles and vocabulary with the help of flashcards. 
Outdated mobile user experiences and old learning methods make learning tedious. Let's merge the best from the mobile experience and efficient learning technics. Keep your motivation high. From beginner to expert, find the right vocabulary for your level.


Itu dia 5 aplikasi yang mungkin bisa membantu kamu untuk mempelajari vocabulary bahasa Jerman. Tentunya kalian juga bisa mendownload Google Translator karena aplikasi itu sangat membantu untuk menerjemahkan apapun dengan mudah bahkan dengan jepretan foto. Semoga postingan kali ini dapat berguna bagi kalian semua. bye bye.

Hai semuanya, kali ini aku akan membahas gigi bungsu. Gigi bungsu atau wisdom teeth adalah gigi geraham ketiga atau gigi geraham te...



Hai semuanya, kali ini aku akan membahas gigi bungsu. Gigi bungsu atau wisdom teeth adalah gigi geraham ketiga atau gigi geraham terakhir yang tumbuh di usia belasan tahun atau di awal usia dua puluh tahunan. Gigi bungsu ini akan tumuh di empat bagian rahang. Katanya sih hanya 2 persen dari penduduk dunia yang lahir tanpa gigi bungsu. Wah beruntung sekali ya!

Fungsi dari gigi bungsu sendiri sebenarnya udah ga ada. Aku sempat baca dari berbagai website, katanya gigi bungsu ini ga kepake karena evolusi rahang manusia yang udah ga sebesar jaman dulu. Nah karena pengecilan rahang ini lah, makan gigi bungsu yang tumbuh ini jadi ga punya tempat. Ada gigi bungsu yang tumbuh keluar sempurna, ada juga yang cuma setengah, dan ada juga yang malah tumbuh miring. Nah yang paling berbahaya sih biasa yang tumbuh miring. Jika gigi bungsu ini tumbuh miring makan akan berbahaya bagi gigi lain. Oleh karena itu, alangkah baiknya jika gigi bungsu ini dicabut semua. Pencabutan gigi bungsu ga boleh oleh sembarang dokter, pencabutan ini termasuk dalam kategore operasi dan harus ditangani oleh dokter spesialis bedah mulut.

Nah saat aku memeriksa gigi geraham ku yang infeksi, aku sekalian rongsen gigi. Dari situlah kelihatan tuh ternyata aku mempunyai satu gigi geraham yang tumbuhnya tiduran. Mungkin dia mager kali ya. Hehehe.

lingkaran pink = gigi geraham bungsu impaksi

Sebelum lebih jauh membahas pengalaman aku, aku pengen kasih tau alasan kenapa sih gigi bungsu ini harus di operasi walaupun sekarang ga kerasa sakit. Sebenarnya untuk mengetahui apakah gigi bungsu kamu berbahaya atau engga ya dengan merongsen gigi. Cuma kebanyakan dari kita, kalau ga sakit ya gamungkin dong tiba-tiba dateng ke dokter gigi untuk ngecek. Jadi hal in sangat tricky. Aku aja kalau ga infeksi, ga bakal tau ada gigi tiduran di dalem gusi. Bayangin deh gigi  kalian itu ga sakit tapi ternyata ada gigi tiduran di dalem gusi, dan tiba-tiba gigi itu udah mulai mendorong gigi lainnya dan menyebabkan sakit parah luar biasa. Sebenarnya gigi impaksiku itu ga sakit sama sekali. Ngerasa biasa aja. Yang sakit malah geraham hehe.

Coba lihat ilustrasi dibawah ini :

Udah kebayang belum sih betapa ngeselinnya gigi bungsu yang ga punya peran apa-apa tapi malah bisa membahayakan?

Jadi bagi kalian yang merasa sakit, alangkah lebih baik kalau segera periksa dan segera memutuskan untuk penanganan. Mungkin banyak dari kalian yang takut sakit apalagi pasca operasi, percayalah, jika gigi itu ga dibuang, kamu akan jauh lebih sakit.

Pra Operasi
Sebelum operasi, dokter akan melakukan rongsen untuk melihat posisi gigi. Apakah tumbuh miring, atau tumbuh tidak sempurna. Lalu nanti di lihat juga, apakah dekat dengan saraf apa tidak. Nanti akan dijelaskan, ketika tidak dekat dengan saraf berarti aman-aman aja. Kalau dekat dengan saraf mungkin perlu hati-hati. Setelah itu kalian bisa menentukan sendiri tanggal operasi, diusahakan sih spare waktu beberapa hari untuk istirahat pasca operasi. Dokterku bilang, aku harus minum antibiotik 2 hari sekali 2 hari sebelum operasi. Sebelum operasi, perut kamu harus udah terisi ya.

Hari Operasi
Aku datang ke dokter bersama dengan suami. Dulu sih suami udah pernah operasi gigi ini di empat rahang dan dia bilang sakitnya sampe 2 minggu. Sebenernya aku ga takut-takut amat soalnya aku udah pernah cabut gigi 2 sekaligus dan ga minum pereda nyeri sama sekali. Jadi kalau soal tahan menahan rasa sakit, aku bisa bilang, aku tahan. Sebelum dokter memulai operasi, beliau akan memberikan suntik anatesi lokal (bius lokal di sekitar area gigi). Nah pas suntik ini aku nangis, yee katanya tahan sakit tapi kok nangis. Nah ini juga sih yang aku bingung. Ini kejadian udah 2 kali aku nangis di dokter gigi saat sama suami. Pertama waktu scalling kedua pas suntik ini. Konyol sih. Padahal kalau aku pergi sendiri, tahan banting. Setelah itu nanti aku bakal diminta tunggu beberapa menit agar efek dari biusnya sempurna. Entah karena nervous ngeliat suami nervous atau karena cuaca dingin, aku sampe ke WC 3x, sampe dokternya ketawa. Setelah siap, suami diminta tunggu di luar. Jadinya hanya ada aku, dokter, dan 2 asisten paruh baya. Sebelum operasi, dokternya akan mengecek dulu efek dari anastesi, apakah masih sakit atau engga. Dokternya bilang, "If you feel hurt, tell me, but if you only feel pressure, don´t tell me." Wah kocak sih, tau aja si dokter kalau aku suka melebih-lebihkan hahaha. Setelah itu bibirku juga di olesi krim yang bikin kebal.

Aku melakukan operasi ini bersamaan dengan operasi akar gigi gerahamku yang di infeksi. Jadi sang dokter akan mengeksekusi gigi geraham infeksiku dulu baru deh move on ke gigi impaksi. Penanganan gigi geraham infeksiku ini lumayan lama dan bikin mulut pegel.


Operasi gigi bungu impaksi bawah ini terbilang cepet banget, kayaknya 5 menitan udah deh dan ga kerasa sakit, paling cuma kerasa krek krek ala cabut gigi. Setelah itu nanti dibersihkan dan dijahit. Nanti kamu akan diminta gigi kasa untuk menghentikan pendarahan. Aku gigit kasanya lebai sampe 24 jam padahal darah udah berhenti. Butuh waktu 1 hari buat aku berani ngaca untuk liat gigiku, ternyata biasa aja haha. Setelah operasi aku juga harus tetap minum antibiotik tapi dosisnya jadi 3x sehari dan di habiskan. Aku juga di kasih kompresan dingin buat ngebantu meredakan nyeri dan pembengkakan.

Pasca Operasi
Jujur aku ga negrasa sakit yang minta ampun, sakit cekit-cekit itu paling cuma beberapa jam lalu udah. Entah karena aku minum pereda nyeri atau gimana, tapi aku beneran ngerasa biasa aja, cuma ya pipiku jadi gede hehe. Kalau dengar cerita orang yang sampe beneran sakit dan harus tiduran, aku engga. Aku malah biasa aja. Malah 1 hari setelah operasi aku harus interview. Setelah operasi, pipi juga harus dikompres buat ngebantu penyembuhan.

kayak lagi nyembunyiin bakso hehe


Makan apa pasca operasi?
Ini bagian paling seru, makan. Walaupun gigiku ga sakit banget, tapi aku tetap harus ada diet untuk makanan tertentu seperti alkohol, kopi, dan juga produk dairy. Aku ga tau kenapa aku ga boleh minum produk dairy, padahal udah nyetok yogurt di rumah. Akhirnya aku menjadi vegan deh. Beberapa jam setelah operasi, aku malah bilang kesuami, pengen makan coklat. Edan ga sih? Gara-gara itu aku memicu nasihat panjang lebar yang membuat aku geregetan.

Buat kalian yang akan operasi, aku akan kasih beberapa makanan enak dan diet proof buat kalian.
1. Soya milk
2. Sup tomat, sup jamur, sup-sup lainnya
3. Pisang yang di benyek2in

Untuk sementara itu sih yang aku makan. Pagi minum susu, agak siangan sup tomat plus pisang, agak malaman sup tomat lagi sama susu. Ternyata masuk di hari ke dua, aku ga kunjung merasakan sakit, jadi setelah lewat dari 24 jam pertama aku udah bisa makan ngunyah. Masuk ke hari ke 3 pasca operasi aku udah bisa makan nasi. Aku ga ngerti kenapa aku ga ngerasa sakit sih, yah cuma pipiku bengkak aja.

Overall, dari skala 1 sampe 100. 1 ga sakit 100 sakit banget, aku cuma ngerasa paling 20 deh sakitnya. Jadi buat kalian yang masih ragu-ragu untuk operasi, jangan takut. Ini sakitnya cuma kayak cekit-cekit aja kok. Oke deh, itu aja dari aku. Sampai jumpa besok-besok! Bye.