Tips Untuk Lolos Visa Visit Schengen 3 Bulan Negara Jerman

by - September 11, 2017

Hai semuanya, hari ini tanggal 5 Septermber 2017, aku mulai nulis postingan ini dengan harapan nantinya bisa aku pos setelah beneran granted. Optimis gapapa kan ya? Aku browsing kemana mana agar visa ku granted, dan banyak banget blog blog yang bantuin, jadi aku pikir ketika visa ku granted, aku juga akan nulis sehingga teman-teman lain juga bisa terbantu dengan informasi yang aku berikan.

Ketakutan aku selama ini adalah ketika visa aku di tolak. Aku sering baca kalo visa visit untuk pacar itu sering banget mengalami penolakan. Itu membuat aku down banget. Dan aku ga ada nemu blog yang memberikan pernyataan kalo sebenernya bisa bisa aja granted. Jadi aku harap blog ku ini akan menjadi satu blog yang memberikan semangat kepada teman-teman yang memiliki background sama dengan aku.

Aku ke Jerman dalam rangka visiting pacar aku, dengan sponsorship dari dia untuk segala biaya selama aku disana. Dengan adanya surat sponsor, berarti harusnya aku ga perlu lagi untuk menyertakaan buku tabungan yang mengharuskan jumlah yang sesuai (kalau ga salah 45 euro / hari). Gila aja 45 euro dikali 90 hari = 4050 euro = 64 jutaan. Dan ga boleh ada uang dadakan dalam jumlah besar selama 3 bulan, which is selama 3 bulan rekening harus stabil.

Problem aku selanjutnya adalah, aku memutuskan untuk resign di bulan Agustus (karena ada alasan pribadi) dan setelah itu pacar aku memberikan ide supaya aku ke Jerman aja dulu. Mumpung lagi ga ada kerjaan mengikat. Jadi selama proses visa, aku tidak punya pekerjaan tetap. Aku cuma kerja sebagai freelance translator yang lagi garap proyek.

Parah banget kan : Tabungan ga sampe 64 juta dan ga da pekerjaan. Kalau dipikir-pikir ga ada harapan untuk granted. But, let's try.

Aku semula membuat appointment tanggal 11 September 2017, tapi pacarku bilang dia bisa ngirimin datanya dengan cepat dengan estimasi 3 hari sampe. Jadi aku memajukan appointment ku ke tanggal lima.

Nah tips pertama untuk temen-temen, buatlah appointment terlebih dahulu selagi mengerjakan dokumen teman-teman. Karena kalian kan ga bakal pernah bisa prediksi se rame apa orang orang yang bikin visa. Sebelum membuat janji pastikan dulu sudah memprediksi waktunya ya.
Kalau aku, aku mulai mengurus dokumen ku kurang lebih tanggal 15 Agustus 2017. Aku mulai membuat appointment tanggal 22 Agustus untuk tanggal 11 September 2017 dan tanggal 25 Agsutus aku cancel dan menganti nya ke tanggal 5 September 2017.

Setelah itu pacarku mulai mengirim dokumennya tanggal 26 Agustus 2017 menggunakan DHL express dengan estimasi 3 hari sampe dengan biaya 72 euro.
Mau tau kapan dokumennya sampai di kargo? TANGGAL 4 SEPTEMBER 2017. Yups, 1 hari sebelum janji ku dengan kedutaan. Dan mau tau lagi, aku sendiri loh yang pick up dokumennya di terminal kargo Soekarno Hatta dan prosesnya ribet banget.

Mau tau kenapa telat?
Pacarku mulai kirim tanggal 26 Agustus, namun pihak DHL nya baru pick up tanggal 28 Agustus. Dan.. mereka salah input, harusnya menggunakan kota CGK (Jakarta) tapi mereka malah input CHG (Brazil) dan otomatis dokumenku dikirim ke brazil dong... Dan it takes much time untuk kirim balik.
Bayangin aja, udah mepet banget. Keren banget loh dokumenku, travelling ke amsterdam, brazil, miami, hongkong, singapore tanpa visa hehehe.

Nah tips kedua, antisipasi kejadian tolol seperti ini dengan cara memberikan estimasi waktu lebih, atau kalau udah terlanjur, maka teman teman harus pro aktif. Siap-siapin pulsa untuk telepon sana sini hehe. Karena aku termasuk kategori mepet, aku akhirnya harus pro aktif sendiri, pacar aku membantu sampai dokumen di benerin kembali. Kami berdua sempat stress banget sampai akhirnya papa nya pacarku nyaranin kalau aku tetep maju ke kedutaan dan bilang ada aja kesalahan di paketnya/ Jadi aku minta pacarku untuk meminta pihak DHL Jerman membuat surat permintaan maaf in case, aku harus maju tanpa dokumen. Dokumennya penting soalnya isinya ada surat undangan, surat sponsor, dan surat dari pacarku. Tanpa itu, berarti visa nya bukan visa visit.

Selain itu aku juga menelepon DHL jakarta untuk supaya dokumennya tidak lagi dikirim ke kalimantan, tapi akan aku ambil sendiri di kargo bandara Soekarno Hatta tanggal 4 September. Jadi aku harus prepare buat ke Jakarta, aku udah pesen tiket pesawat tanggal 4 September jam 7 malam, tapi karena ada kesalahan ini, aku harus ganti penerbangan pagi.
Nah tanggal 3 September tengah malam, pas aku cek, dokumennya sudah sampai Jakarta, saat itu juga aku telepon ke call center 24 jam DHL untuk memastikan apakah dokumennya sudah di noted bahwa akan diambil oleh aku sendiri apa belum dan mereka bilang sudah.

Akhirnya aku pun berangkat dan sampai di Jakarta jam 12 kurang. Aku langsung ke terminal kargo dan membuat pass. Pass ini harus digunakan untuk masuk terminal kargo. Untuk membuatnya harus fotocopy KTP dan membayar 70 rb. Gilak. Terus harus antri, jangan datang jam makan siang, ga ada yang ngurusin. Setelah itu aku harus jalan kaki masuknya sekitar 1 km panas panasan, karena area streril. Boleh bawa mobil masuk tapi harus fotocopy STNK ya. Sampe di tengah jalan, ada scanner yg harus dilewati, mobil juga berhenti sampe situ. Terus jalan deh. Dan akhirnya dokumen pun bisa aku ambil.

Sekarang aku bakal kasih tau dokumen apa saja yang dibutuhkan, ini diurutkan ya saat diloket. Urutannya bisa dilihat di pdf.

Untuk lebih lengkapnya bisa cek di website kedutaan Jerman disini. (per September 2017 masih valid)

1. Print bukti email janji di kedutaan, biasa satpam nya udah megang lembaran kertas, cuma untuk make sure, print aja ya. Untuk membuat janji bisa klik disini.

2. Paspor yang masih berlaku minimal 6 bulan (ditanda tanganin ya di belakangnya hehe)

3. Formulir visa bisa klik disini . Setelah itu save data ya, terus klik di print application.

3. Lembar pernyataan perjalanan bisa di klik disini. Lembaran ini diisi, tanda tangannya nanti aja pas di sana nya.

4. Pas foto biometrik 2 lembar. Untuk syarat ketentuan fotonya bisa di klik disini. Aku kemarin ke studio foto, tinggal bilang aja untuk visa eropa, biasa udah pada tau. Bayar cuma 30 rb dapat 4 foto dan CD nya.

5. Polis asuransi bisa di baca disini. Sertakan juga lembar pernyataan asuransi yang sudah di print. Bisa di download di link tadi juga. Untuk asuransi yang aku pake, aku pake Dr. Walter dibelinya di Jerman sama pacar aku, Berlaku untuk 90 hari. 

6. Surat undangan tertulis dari sang pengundang. Di buat aja manual isinya menerangkan kalau pihak sponsor mengundang kamu ke Jerman dan akan menanggung biaya mu disana, dijelaskan pula hubungan kalian apa, dan kenapa kamu diundang ke Jerman, dan buat kalimat pernyataan kalau pihak sponsor memastikan kalau kamu akan balik lagi ke Indonesia setelah visa mu selesai. Nanti kalau udah di tanda tanganin.

7. Bukti-bukti dokumen tentang hubungan kamu sama sponsor. Disini aku menyertakan dokumen lengkap banget tapi beberapa di kembalikan karena dianggap sudah cukup, yang di ambil adalah bukti foto foto aja. Ini penting banget ya, pastikan kalau kalian udah pernah ketemu sebelumnya. Karena tricky banget dong kalau belum pernah ketemu tapi kok ya mau di sponsori, bukannya mikir negatif, cuma wagu aja. Tapi coba aja, kali aja tembus hehe.

8. Fotocopy bukti visa dan paspor pengundang. Disini aku menyertakan bukti visa pacarku yang sudah ke Indonesia 2 kali ( Desember 2016 dan Juni 2017).

9. Verpflichtungserklärung / surat jaminan resmi yang dibuat oleh pengundang berdasarkan Undang-Undang izin tinggal pasal 66-68. Surat jaminan resmi dibuat oleh kantor imigrasi setempat yang berwenang. Dalam kasus tertentu surat jaminan resmi tersebut juga bisa dibuat di kedutaan. Informasi lebih lanjut dapat kamu temukan di sini. Nanti lembaran aslinya kamu pegang dan di bawa saat datang ke Jerman. Nah surat ini lah yang menjadi bukti sah bahwa biaya kamu ini ditanggung oleh sponsor jadinya kamu bebas dari masalah buku tabungan hehe. Tapi aku tetap melampirkan bukti keuanganku sih untuk menunjukan gaji translation mingguan.

10. Aku juga menyerahkan KK. Kalau ada bukti aset silahkan dibawa ya, soalnya aku ditanyain sih punya aset apa aja, tapi sayang nya aku lupa fotocopy BPKB jadi cuma jawab lisan.

11. Karena aku freelance nih dan baru resign, aku menyertakan letter of statement yang menjelaskan kondisi pekerjaanku sekarang secara detail, aku juga menyertakan bukti transferan gaji 2 bulan terakhir karena untuk freelance aku baru 2 bulan. Aku juga menyertakan bukti email dan chat dengan client. Kebetulan jadwal saya rutin, setiap minggu ada tugas dan ada kiriman gaji. Ini penting banget buat kalian yang freelance, jangan cuma mentang2 freelance tapi ga dibuktikan apa-apa. Tulis surat pernyataan yang menjelaskan sedetail mungkin, aku pake bahasa Inggris suratnya, ga ada ketentuan khusus sih, cuma bagi aku lebih nyaman nulis dalam bahasa inggris. Terus ditanda tangani.

12. Bukti reservasi tiket pesawat PP, dengan tanggal yang sama dengan yang ada di formulir. Tapi disini aku ga reservasi, tiket yang aku sertakan adalah tiket lunas alias tiket yang sudah terbayar.

13. Terakhir siapkan uang tunai 60 euro di rupiahkan. Aku (5 September 2017) bayarnya 960.000 rupiah. Kebetulan ada uang pas, jadi aku bayar pake uang pas.


Beralih di proses pembuatan visa, datang ke kedutaan 30 menit sebelum janji. Terus nanti konfirmasi ke satpam dan nanti akan melewati scanner. Hape harus dimatikan dan nanti dititipkan di loker, nanti dikasih kunci lokernya. Setelah itu naik ke lantai 2.

Sampai di lantai 2 bertemu dengan satpam lagi dan nanti disuruh duduk dan tinggal nunggu deh kapan dipanggil.

Setelah dipanggil nanti akan menyerahkan dokumen, setelah itu duduk lagi.
Setelah itu nanti akan ada scan sidik jari dan juga nanti akan di panggil untuk di tanya-tanya. Karena pertanyaan yang saya dapat sifatnya pribadi, saya di suruh memakai telepon.

Pertanyaannya simple sih :
1. Kenal pacar dari mana, kapan
2. Terakhir ketemuan kapan
3. Tujuan ke Jerman ngapain
4. Karena aku translator, ditanya deh bisa berapa bahasa, aku jawab aja aku bisa 4.
5. Aset aset apa aja yang dimiliki, ini disebutin aja semua, motor, mobil, rumah, apartemen, tanah, kartu kredit, tapi harus atas nama sendiri ya

Yang lain aku lupa, cuma ya sekedar untuk memastikan kembali, nah setelah itu nanti dokumen nya dibalikin dan disuruh cek terus baru deh tanda tangan. Sebelum nya disuruh bayar dulu.
Setelah itu aku dikasih tau kalau tanggal 8 September aku udah bisa ambil visanya.

Agak terkejut sih, kok cepet ya hehe. Akhirnya aku extend lagi hotelku sampe tanggal 9, nambah 3 hari. Daripada bolak balik, capek dan buang buang duit.

Untuk timeline generalnya seperti ini :

15 Agustus 2017    :  Memulai mengumpulkan dokumen
25 Agustus 2017    :  Membuat appointment di kedutaan
4 September 2017  :  Dokumen tiba di Jakarta
5 September 2017  :  Appointment di Embassy
8 September 2017  :  Pengambilan visa

Dari persiapan sampai approval kurang dari 1 bulan sih. Untuk proses visa nya sendiri cuma 2 hari. Terhitung cepet banget. 

Nah buat kamu yang berasal dari luar jakarta seperti aku, aku sharing sedikit pengalaman deh ya. Pertama, sebelum kalian ke Jakarta, pastikan semua dokumen itu sudah siap. Biar ga ada yang ketinggalan. Aku pesen tiket 1-2 hari sebelum keberangkatan, ini karena nungguin DHL yang lama, sampai akhirnya aku harus cancel tiket lama dan beli tiket yang baru. Bagi aku, tahap pengurusan ini bikin aku capek banget sih, bayangin aja tanggal 13 Agustus kemarin aku baru aja balik dari Jakarta, dan mesti ke Jakarta lagi. Terus aku dari kota tempat aku tinggal ke bandara itu kudu nyetir kurang lebih 3 jam. Bayangin kalau PP, beh remuk.

Buat kalian yang dari luar jakarta dan bingung cari penginapan, aku rekomendasikan disini. Ini sama sekali bukan sponsor ya hehe. Aku nginep disana selama total 5 hari. Per malamnya 198.000 + deposit 50.000, karena aku ga punya cash dan kartu BCA, aku mesti bayar cash untuk beda kartu debit lagi yang totalnya aku lupa berapa hehe. Sebenernya kamarnya udah dipesen pake kartu kredit lewat booking dot com, tapi pas sampe disana aku malah disuruh bayar lagi. Kesel banget. Kata pihak sini, nanti yg di kartu kredit ga ke potong, tapi entahlah. Jadi buat kalian, pesen aja dulu, jgn bayar pake kartu kredit. Yang aku suka dari tempat ini, mereka full AC, private bathroom, ada lemari pendingin juga, dan akses kemana-mana mudah. Aku ke kedutaan kurang lebih 30 menit naik mobil, itu pun macet. Ke mall ambasador dan itc kuningan cuma 5 menit jalan kaki, ke plaza semanggi ga sampe 10 menit naik motor. Terus deket banget sama warteg yang kira-kira abis 12-20rb sekali makan. Deket indomaret juga. Dari bandara kesini juga cuma lewat 1x toll aja, terus abis nya kira-kira 140rb an lah.

Oh ya, kalau ke kedutaan disaranin jangan bawa kendaraan pribadi, daripada bingung nanti parkir dimana hehe. Soalnya orang-orang aja nunggu diluar pagar dan langsung berhadapan dengan jalan raya.


Update, 8 September 8.37 
Hai, hari ini jam 11 aku udah bisa ambil visaku, gilak nervous banget, terakhir aku se excited kayak gini itu pas nungguin pacarku landing. Saking ga tau mesti ngapain aku sampe nulis update ini haha. Aku lagi video an sama pacarku, tapi dia lagi bobok sih. Terus sekarang aku cuma bisa karaoke di kamar ga jelas gitu, tentunya dengan video call yang di mute hehe.

Update, 8 September 11.30



Cuma butuh 2 hari untuk kedutaan meng approve visa ku. Seneng banget. Ga nyangka juga bakal secepat ini. Semua perjuangan selama ini terbayar sudah.
Saran aku buat teman teman :

1. Siapkan dokumen selengkap mungkin, jangan udah sampe jakarta, masih ada yang kurang. Kalau aku sih bikin folder kayak gini di laptop.





Untuk teman-teman yang pengen tanya-tanya lebih lanjut bisa ke instagram aku : angchrs atau lewat email angchrs@gmail.com

Pemberitahuan : Line saya (angchrs) sudah tidak aktif lagi ya.

Akhir kata, selamat mencoba.


seeya.

You May Also Like

1 comments

  1. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete